Gambar tema oleh Storman. Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Da'wah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Da'wah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Desember 2016

Dunia Yang Terbalik

- Tidak ada komentar

Dunia Yang Terbalik

Indonesia mayoritas agama islam, tapi, yang paling disudutkan umat muslim

Lebih serem yang pake cadar, dari pada yang pake rok mini

Lebih serem yang pake jenggot, dari pada yang tatoan

Pake baju tauhid ditangkep, yang pake baju PKI gapapa

Lebih curiga sama yang rajin ibadah di Mesjid, daripada orang yang mabuk-mabukan dan judi

Diduga teroris langsung ditembak, bandar narkoba Internasional bisa di nego

Lebih mentolerir aliran sesat, daripada syariat

Dunia ini sudah terbalik??
Yang nyunnah - radikal
Yang nyeleneh - toleran

Yang jilbab syar'i - ekstrim
Yang ga pake jilbab - cantik

Yang nikah lagi - penjahat
Yang main pelacur - biasa lelakii

Yang muda sholat 5waktu - waspadai
Yang muda ga sholat - masih muda ini

Yang jenggotan rajin ke Mesjid - teroris
Yang jenggotan rajin ke Clubing - keren

Yang ke Masjis Ta'lim pekannan - fanatik
yang kebioskop harian - gaul

Yang hafal Al Qur'an 30juz - militan
Yang hafal banyak musik - hebat

Yang anaknya dijilbabin - keterlaluan, melanggar HAM
Yang anaknya pake rok mini - imut

Yang pake baju koko - sok alim
Yang pake baju sobek - jantan

Yang hariannya bicara tentang Islam - dipanggil sok Ustadz
yang hariannya menghina Islam - ditolerir

Media Islam - radikal
Media porno - kebutuhan

Buka mata hati kalian temannn...!!

بدأ الإسلام غريباً وسيعود غريباً كما بدأ فطوبى للغرباء

"Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu." (H.R. Muslim no. 208)

lalu sahabat bertanya kepada Rasul, siapakah orang asing itu  ya Rasul? Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjawab : "mereka ialah orang-orang yang senantiasa melakukan kebaikan di tengah kerusakan." (H.R. Ahmad)

Dan ingatlah bahwa kalian semua pasti mati dan hanya kepada Allah kalian akan kembali serta diminta pertanggung jawaban masing-masing atas perbuatan kalian sendiri.


Maka bersegeralah kita bertobat, selagi masih ada kesempatan... Solusinya hanya dengan menerapkan Syari'ah Islamlah kehidupan Dunia dan Akhirat yang hasanah akan terwujud.

Kamis, 24 November 2016

Gerakan Dakwah

- Tidak ada komentar
Ikhtiar Mengembangkan Pergerakan Dakwah
(sebuah pengantar)
Oleh : Ust. d. Reviana Ibrahiem, S.Sos

Dalam pengertian logika, pergerakan bukanlah suatu hal yang istimewa. Karena bergerak dan dinamis itu merupakan ciri utama bagi makhluk hidup. Hanya pergerakan memiliki keutamaan lebih dari sekedar bergerak, karena pergerakan selalu berkaitan dengan perubahan, perubahan dengan sendirinya akan berlawanan dengan arus kemapanan (status quo).

Demikia halnya dengan pergerakan dalam islam. Pergerakan yang sepadan dengan makna harakah, sebetulnya terkait dengan tujuan Islam yang tinggi yaitu dakwah. Harakah menjadi sebentuk makna sosiologis bagi dakwah Islam yang mesti diemban oleh setiap da’i (penggerak dakwah dan pergerakan) yaitu mereka yang memiliki keunggulan ilmu dan metalitas dalam menunaikan pergerakan dakwah Islam.

Pergerakan adalah cita-cita sekaligus metode dari ajaran Islam yang diteladankan Rasululloh SAW kepada umatnya. Dalam literature khazanah fiqih kontemporer, fikih harakah sering disebut juga sebagai fiqih Hadarah atau cita-cita peradaban. Yaitu bagaimana memandu pergerakan umat dalam rangka membangun peradaban luhur dan komunitas unggul ditengah umat-umat dunia lainnya. Komunitas muslim dinilai mesti lebih baik dari pada makhluk hidup lain maupun umat manusia lain dimanapun.

Pergerakan islam seperti yang dicontokan Rosul dalam sirah dakwah, adalah terencana dan merupan sebuah rekayasa, tidak asal-asalan sekenanya. Konsep pergerakan selalu memerlukan persiapan matang dan strategi yang tepat dalam mewujudakan tujuan dari pergerakan tersebut. Pendeknya, pergerakan adalah perencanaan pergerakan dari mana menuju kemana. Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam sebuah pergerakan: pertama, tujuan dan misi pergerakan. Kedua, pelaku penggerak (muharrik). Ketiga, tempat atau basis pergerakan (markas al-dakwah). Keempat, komunitas pendukung baik pengikut utama (ashhabun) maupun penyokong pergerakan (hawariyyun).
Dalam sebuah pergerakan tentunya harus memiliki sebuah tujuan dan misi yang jelas. Lantas, apa tujuan tertinggi dari dakwah Islam? Tujuan utama dalam dakwah ini tiada lain untuk membentuk komunitas umat terbaik (khairu ummah) dalam tatanan umat yang unggul. Perlu dipahami bersama bahwa kualitas umat terbaik bukanlah jaminan gratisan tanpa ruh dan keringat, melainkan memerlukan upaya dan proses tanpa henti.

Terdapat enam dimensi dalam upaya membentuk umat terbaik.
[1] Dimensi Keagamaan, yaitu ikatan aqidah yang sama, nabi yang sama, dan kitab suci yang sama;
[2] Dimensi Kemanusiaan, yaitu bahwa ajaran Islam tidak hanya mementingkan hubungan ibadah yang bersifat ilahiyah tapi juga hubungan kemanusiaan yang bersifat insaniyah;
[3] Dimensi Kemasyarakatan, berupa misi persaudaraan Islam yang lebih kuat dari pada hubungan nasab dan keturunan;
[4] Dimensi Geografis, yaitu ikatan wilayah yang membentuk satu kesatuan unit yang utuh;
[5] Dimensi Peradaban, membentuk peradaban yang luhur dan jelas yang tak lain peradaban Islam;
[6] Dimensi Misi dan Tujuan yang menjadi pengikat utama kebersamaan umat.

Karena sifat dari pergerakan adalah perubahan, maka untuk merealisasikan tugas pergerakan dan peradaban tersebut mesti terwujudkan dalam lima pondasi utama membentuk peradaban, yaitu:
[1] Mengubah kebodohan menjadi pengetahuan;
[2] Mengubah pengetahuan menjadi ide pemikiran;
[3] Mengubah ide pemikiran menuju bentuk pergerakan;
[4] Mengubah pergerakan menjadi tujuan.
[5] Mengubah tujuan peradaban menjadi keridhaan Allah.